Dia Bertengkar dengan Suaminya dan Menghukumnya Tidur di Sofa. Secara Tiba-Tiba Suaminya Sudah Tidak Bernyawa Keesokan Paginya. Apa Yang Berlaku Telah Membuatkan Si Isteri Menyesal Seumur Hidup….!

Media cetak di London melaporkan sebuah berita yang menyedihkan. Dimana seorang lelaki telah mati setelah dia dihukum istrinya untuk tidur di sofa, setelah mereka bertengkar.

Wanita yang tampak dalam foto sebelah kanan dibawa ini bernama Ashley Murrell. Sementara di sebelahnya adalah suaminya, Mikey.

Mereka bertemu dan saling mengenal tahun 2007, kemudian menikah pada tahun 2010. Saat itu, Ashley memiliki seorang anak perempuan. Setelah menikah, Mikey pun menjadi ayah dari gadis kecil yang sudah dianggap sebagai anak perempuannya sendiri.

Tiga tahun kemudian, mereka dikurniakan dengan anak kembar, keluarga yang beranggotakan lima orang ini awalnya memiliki kehidupan yang sangat bahagia.

Mikey pernah mengalami cedera tulang belakang saat dia berolahraga dan didiagnosis menderita Spondiloartritis – Penyakit inflamasi rematik yang mempengaruhi tulang belakang, persendian, dan enthesis pada tahun 2014.

Namun, kerana keadaan ekonomi keluarganya tidak kaya dan dia harus menanggung beban keluarga membesarkan tiga anaknya, jadi Mikey tidak pernah mengobatinya.

Pekerjaan Mikey adalah pembersih karpet dengan gaji yang rendah, tapi dia terpaksa melakukan pekerjaan itu demi menafkahi keluarganya, dan dia harus bekerja berjam-jam setiap hari untuk mendapatkan lebih banyak wang untuk keluarga.

Pada suatu malam, pasangan itu kembali bertengkar lagi seperti biasa.

Saat itu, Mikey bertengkar dengan Ashley, istrinya setelah pulang kerja selama 16 jam penuh. Alasan dari pertengkaran itu karena istrinya merasa waktu kerja Mikey terlalu lama dan dia selalu pulang terlambat. Ashley berharap Mikey boleh menghabiskan lebih banyak waktu bersama keluarganya.

Tapi Ashley tidak tahu bahwa Mikey bekerja keras dan bekerja lembur setiap hari hanya untuk secepatnya mengumpulkan wang dan boleh pergi bercuti ke Praha untuk merayakan ulang tahun kesepuluh tahun pernikahan mereka.

Setelah pertengkaran semalaman itu, Ashely pun mengusir Mikey suaminya tidur di sofa, ia ingin suaminya merenungkan hal itu. Tetapi keesokan paginya, Ashely melihat muka suaminya pucat lesu dan telah berhenti bernafas ketika dia hendak membangunkannya,.

Ashley pun seketika menjerit dan berlari keluar. Tetangganya yang melihatnya panik seperti itu kemudian mengantarnya masuk kerumah.

Sampai ketika dia mengetahui kalau suaminya bekerja keras itu agar boleh secepatnya mengumpulkan wang untuk merayakan ulang tahun pernikahan mereka, Ashley pun tak mampu menahan kesedihannya dan terus meraung.

Ashley menceritakan, bahwa Mikey adalah seorang lelaki yang sangat baik. Dia selalu memikirkan keluarganya dan meski menyiksa dirinya sendiri juga tetap berjuang dengan keras agar keluarganya mampu hidup dengan lebih baik.

Meski sakit, tapi demi keluarga, dia tidak pernah menjalani perawatan untuk kesehatannya sendiri. Dia selalu menyembunyikan sakitnya dari kami, isteri dan anak-anaknya.

“Bahkan saat sakit sekali pun, dia tetap bekerja keras, semua ini dia lakukan hanya untuk anak-anak dan saya,”kenang Ashley sambil menangis terisak.

“Saya tahu saat seperti itu pasti akan tiba suatu hari nanti, dan saya tahu dia telah berkorban terlalu banyak untuk keluarga ini, tapi ketika hari itu tiba, Anda tidak akan pernah mampu menerimanya.,” ratap Ashley sambil mencoba menahan tangisnya.

Saat yang paling sulit bagi Ashley ketika itu adalah bagaimana menjelaskannya kepada anak-anak bahwa ayahnya telah tiada.

Bahkan putra kecilnya dengan wajah yang suci itu bertanya kepadanya bila kita boleh ke surga menemui ayah. Ashley merasa ada kesedihan yang tak manpu terungkap setiap mengingat hal itu.

Tapi sekarang, Ashely telah jatuh cinta pada Chris, saudara laki-laki Mikey. Tiga bulan setelah kematian Mikey. Chris dan Ashley siap membesarkan ketiga anak mereka, Chris juga melukiskan tatoo huruf BRO di tangannya untuk mengenang saudaranya, Mikey.

Cerita ini seketika menyentuh kalbu para netizens. Mereka meninggalkan pesan, “hargailah orang-orang yang kamu sayangi.”

“Sayang sekali, tapi saya yakin dia pasti tahu betapa dia sangat mencintainya, jangan biarkan kenangan indah kalian dicemari oleh pertengkaran yang bodoh.”

“Dia seharusnya tidak menyalahkan dirinya sendiri atas kematian suaminya. Boleh jadi, organ jantungnya telah bermasalah, ditambah lagi dengan pekerjaan jangka panjangnya yang membuat tubuhnya menyala merah (Pertanda buruk). Banyak orang bertengkar setiap hari, tapi mereka tetap bisa hidup dengan baik.”

“Benar-benar sebuah kisah yang memilukan, saya merasa sedih untuk wanita itu, apalagi anak-anak lebih kasihan lagi, dan pria itu tampaknya seorang pekerja keras, semoga dia beristirahat dengan tenang.”

“Sangat menyedihkan! Wanita dan anak-anak yang malang, semua orang pasti akan bertengkar dengan pasangannya, ini wajar, kuharap dia tidak perlu selalu merasa bersalah sepanjang waktu Jangan dibebani dengan tekanan semacam itu, doaku untuk keluarga mereka.”

“Suami saya seorang koki, waktu kerjanya setiap hari sangat panjang, dan selalu begitu. Tentu saja, hidup kita juga tidak mudah, selama ini selalu saya yang menghadiri berbagai pertemuan keluarga. Ulang tahun dan malamnya selalu saya lewati sendiri.

“Kami tidak memiliki banyak bercuti bersama. Seringkali kami harus membatalkan beberapa kesempatan untuk bercuti bersama, tapi inilah hidup yang kita pilih.

“Dia bekerja untuk menafkahi keluarga, agar hidup kami menjadi lebih baik Saya sangat mencintainya dan saya tahu dia juga telah banyak berkorban untuk keluarga.”

“Sangat menyedihkan, tampaknya dia adalah sesosok orang yang baik, semoga dia bisa pergi dengan tenang dalam tidurnya.”

Mari kita hargai dan sayangi orang-orang yang kita kasihi !

Kredit: erabaru

Sumber: life.bldaily.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *